Thursday, November 23, 2017
Text Size

RAGU DALAM BERSUCI...? INI SOLUSINYA

 

RAGU DALAM BERSUCI...? INI SOLUSINYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, berikut adalah sebuah pertanyaan dari sahabat dekat saya yang berkaitan dengan problem yang dihadapi anak perempuannya yaitu dia sering ragu dalam bersuci.

 PERTANYAAN :  

Ustadz, anak perempuan saya sering merasa was was ketika hendak sholat, dia merasa masih ragu dengan wudhu nya dikarenakan kentut ataupun kencing.

 JAWABANNYA: 

Jika seseorang telah bersuci, kemudian timbul keraguan apakah dia telah berhadats atau tidak,

maka harus kembali pada keyakinannya bahwa dia telah bersuci dan dia harus meninggalkan keraguannya itu

Contohnya seseorang telah berwudlu untuk sholat magrib, ketika adzan isya' dan dia hendak sholat isya' dia ragu apakah wudlunya telah batal atau belum, Maka dia kembali pada asalnya yaitu dia telah berwudlu

Saudaraku yang semoga Allah melimpah keberkahan kepadamu....Simaklah hadits mulia berikut ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا، فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لَا، فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنَ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا، أَوْ يَجِدَ رِيحًا»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara atau mendapati bau."   Shohih  (HR. Muslim no. 362) 

 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, : 

لاَ وُضُوْءَ إِلاَّ مِنْ صَوْتٍ أوْ رِيْحٍ

Tidak ada wudhu kecuali karena bunyi atau angin.   Shohih  (HR. At-Tirmidzi no. 74 dan Ibnu Majah no. 515, lihat Irwaul Gholil no 107) 

Hadits yang lainnya :

 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda, : 

98 - (361) وَحَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، ح، وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ - قَالَ عَمْرٌو: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدٍ، وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الرَّجُلُ، يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ، قَالَ: «لَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا، أَوْ يَجِدَ رِيحًا»

Telah mengabarkan kepadaku (Imam Muslim) Amru an-Naaqid, dan Zuhair bin Harb, mereka berdua mengabarkan, keduanya telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah keseluruhan(riwayat) dari Ibnu Uyainah – telah berkata kepada kami Sufyan bin Uyainah (Ibnu Uyainah) dari az-Zuhri dari Sa'id dan Abbad bin Tamiim dari pamannya, bahwa ia pernah mengadu kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tentang seseorang yang menghayal/merasa bahwa dirinya mendapatkan sesuatu dalam shalatnya, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

"Janganlah ia keluar/membatalkan shalatnya sebelum mendengar suara (buang angin) atau mencium bau".
  Shohih  (HR. Bukhari no.137 dan Muslim no.361 (98) dan lafazh ini milik Muslim) 

Dari hadits di atas, Imam al-Baghawi rahimahullah (wafat th. 516 H) dalam kitabnya Syarah as-Sunnah berkata: 1/354

وَفِي الْحَدِيثِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ الْيَقِينَ لَا يَزُولُ بِالشَّكِّ فِي شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الشَّرْعِ، وَهُوَ قَوْلُ عَامَّةِ أَهْلِ الْعِلْمِ، فَمَنْ تَيَقَّنَ فِي الطَّهَارَةِ، وَشَكَّ فِي الْحَدَثِ، جَازَ لَهُ أَنْ يُصَلِّيَ، وَلَوْ تَيَقَّنَ فِي الْحَدَثِ وَشَكَّ فِي الطَّهَارَةِ، لَمْ يَجُزْ لَهُ أَنْ يُصَلِّيَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Dari hadits tersebut merupakan dalil atas (kaidah) bahwa "Yang yakin tidak bisa dihilangkan dengan keragu-raguan dari suatu perkara yang termasuk perkara syar'i" dan ini adalah pendapat umum dari para ulama maka barangsiapa yang yakin bahwa dirinya dalam keadaan suci dan dia ragu terhadap hadats (dia berhadats atau tidak) maka boleh baginya untuk melakukan sholat sebaliknya apabila dia merasa yakin bahwa dia dalam keadaan tidak suci alias berhadats dan dia pun merasa ragu bahwa dia dalam keadaan suci atau tidak maka tidak boleh baginya untuk melakukan sholat sampai dia melakukan wudhu."

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal rahimahullah (wafat th. 290 H, putera dari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah) berkata,

سَأَلتُ أبي عَن الرجل إِذا شكّ فِي الْوضُوء وَهُوَ على وضوء قَالَ اذا أَيقَن بِالطَّهَارَةِ فَهُوَ على طَهَارَته حَتَّى يستيقن أَنه أحدث

"Aku pernah bertanya kepada bapakku tentang seseorang yang ragu mengenai wudhunya dan orang tersebut masih punya wudhu. Imam Ahmad lantas berkata, jika ia yakin telah berwudhu, maka ia tetap dianggap dalam kondisi berwudhu sampai ia yakin bahwa ia telah berhadats..." Lihat Masaail Ahmad bin Hanbal riwayat anaknya Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, 1/23 no 80, Bab Syak fil Hadats. Tahqiq Syaikh Zuhair Asy Syawais (cet. Al-Maktab al-Islami cet 1401 H).

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al Basaam rahimahullah (wafat 1423 H) berkata dalam penjelasannya terhadap hadits no.74 di dalam kitab Bulughul Maram :

لا أثر للشك بعد الفراغ من العبادة فلو فرغ من الوضوء و شك هل تمضمض أو فرغ من الصلاة و شك هل قرأ الفاتحة أو لم يسجد إلا مرة واحدة فلا يلتفت إلى ذلك و الأصل صحة العبادة

"Dan jika timbul keraguan setelah selesai melakukan ibadah maka keraguan tersebut tidak ada pengaruhnya sama sekali. Misalnya seseorang berwudhu kemudian dia ragu apakah dia telah berkumur-kumur, atau setelah selesai sholat dia ragu apakah dia telah membaca surat al-fatihah, atau apakah dia hanya sujud sekali, maka janganlah ia memperhatikan keraguan tersebut, karena asal ibadahnya adalah sah. (Taudlihul Ahkam Min Bulughil Maraam 1/297 fawaid ke 7 dari hadits no. 74, cet. Daar al-Qiblah ats-Tsaqafiyah al-Islamiyyah th. 1413 H )  

Dan salah satu cara jitu untuk menghindari keraguan dan was was dalam berwudhu/bersuci adalah

dengan mempelajari cara berwudhu dan bersuci yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam...
  (ini adalah nasihat dari Syaikh Sholih al Masy'ari hafizhahullah ketika beliau mengajar kitab nailul author tentang wudhu)

Maka apalagi yang antum tunggu? Mari kita semangat belajar menuntut ilmu syar'i semata mata ikhlas karena Allah sehingga kita selamat dari syubhat keraguan dan was was dari Syaitan.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Pagi hari penuh kabut tebal menyapu kerlipatan mata , Ahad, 14 Rabiul Awal 1436 H/04 Januari 2015.

 

 

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran