Saturday, December 07, 2019
Text Size
User Rating: / 0
PoorBest 

 

Waktuku, Waktumu, Waktunya, Sebuah Motivasi dalam Mengoptimalkan Waktu.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, waktuku adalah motivasi untuk diri penulis, waktumu adalah untuk diri pembaca dan waktunya adalah waktu dari orang-orang yang telah berhasil mengoptimalkan waktu dalam rangka bertaqorrub kepada Allah. – tulisan kali ini adalah mengenai motivasi, tips dan trik dalam mengoptimalkan waktu -

Tiga hari yang lalu adalah hari yang sangat berkesan yaitu kejadian yang menggugah semangat untuk menghafal Al-Quran.

Pagi itu seperti biasa sebelum jam 6 pagi, aku telah beranjak dari daerah ar-Rahba menuju ke Dubai. ketika akan meluncur ke Dubai untuk bekerja, aku perhatikan bensin di mobil sudah sangat kurang sehingga harus mengisi di pom bensin terdekat. Sebenarnya ada dua bensin yang terdekat dengan rumahku di Ar-Rahba namun entah kenapa aku putuskan untuk berhenti di Pom bensin Gantoot yang letaknya di daerah perbatasan Abu Dhabi dan Dubai.

Aku melihat ada seorang filler (petugas pengisi bensin) yang wajahnya mirip orang Indo atau Philipine, samar-samar ketika aku hendak menghampirinya, dia masih berkomat kamit seperti melafazhkan sesuatu dengan diulang-ulang. Sesudah itu sangat jelas terdengar ketika dia membuka katup penutup bensin dengan sambil melantunkan surat al-Hasyr. Aku makin penasaran sembari bergumam "Orang dari mana ini kok rajin amat murajaah quran sambil kerja, mana perawakannya ada jenggot lagi, Subhanallah". Akhirnya aku bertanya, "Anda dari mana asalnya" dia menjawab "Philipine" dan aku sempat membaca plat nama yang tercantum di dadanya tertulis "Denis…". Karena waktu yang sempit akupun berlalu sembari berucap, "Barakallahu fik, ahsanta ya akhi" (Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, bagus apa yang kau lakukan wahai saudaraku).

Setelah itu, sepanjang perjalanan menuju Dubai tidak berhenti aku menggeleng-geleng kepala…Maha Suci Allah yang telah memberikan kemudahan kepada para hamba-Nya untuk menghafal quran dimanapun, darimanapun, kapanpun hamba-Nya kehendaki. Bahkan saat bekerjapun tidak menghalangi orang untuk menghafal quran. Bergelanyut pertanyaan-pertanyaan “Apa tidak mungkin bagi kita untuk meluangkan waktu 2-5 menit untuk menghafal quran – satu ayat – dua ayat tiga ayat setiap hari?” Tengoklah dan bandingkanlah …banyak kejadian orang-orang keluar gedung lebih dari 10 menitan untuk "merokok" atau "hal-hal yang kurang manfaat" dan itu mereka lakukan dengan sadar tanpa basa-basi dan malu-malu bahkan dilakukan rutin "berkeroyokan" dengan "gerombolannya".

Atau bahkan orang yang asyik menghabiskan waktunya buat “Facebook (bacalah dengan ejaan yang benar yaitu Pest book – buku hama) sarana menghabiskan waktu yang menghama alias mewabah. Memang ada kebaikan di dalamnya namun siapa yang bisa mengontrol alokasi waktu untuk mengakses pestbook? Oleh karena itu dibalik semua gemerlap gadget dan perlengkapan tersebut terkadang dapat melalaikan kita dari mengingat Allah. Oleh karena itu diperlukan tips dan trik untuk tetap dapat mengoptimalkan waktu dalam rangka mengingat Allah dan mengerjakan sesuatu yang lebih afdhol (utama).

Wahai saudaraku yang mulia...renungkanlah hadits berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ»

Dari Anas bin Malik (radhiallahu’anhu) dia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang dibenci (manusia), sedangkan Neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan.’”  Hadits Shohih   (HR. Muslim no. 2822)

Saudaraku yang semoga Allah senantiasa memudahkan kita untuk beristiqamah menuntut ilmu syar'i dan mempraktekkannya…marilah kita bersemangat mencari segala sesuatu yang bermanfaat untuk akhirat kita termasuk didalamnya kita harus menyiapkan jurus-jurus jitu untuk menyiasati "waktu" dan mengoptimalkannya dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah. Tidak boleh malas dan tidak boleh merasa lemah serta untuk senantiasa meminta pertolongan kepada Allah agar kita senantiasa mendapatkan kemudahan untuk beribadah kepada-Nya.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun masing-masing ada kebaikan. Bersemangatlah meraih apa-apa yang manfaat untukmu dan mohonlah pertolongan (hanya) kepada Allah, dan janganlah bersikap lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah janganlah mengatakan, “Seandainya aku berbuat begini dan begitu, niscaya hasilnya akan lain.” Akan tetapi katakanlah, “Takdir Allah (Allah telah mentakdirkannya), dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat.” Sebab, mengandai-andai itu membuka pintu setan.”Hadits Shohih   (HR. Muslim no. 2664)

Saudaraku… mari kita perhatikan pula nasehat yang masyhur dari Imam as-Syafi’I rahimahullah:

صَحِبْتُ الصُّوفِيَّةَ فَلَمْ أَسْتَفِدْ مِنْهُمْ سِوَى حَرْفَيْنِ: أَحَدُهُمَا قَوْلُهُمْ: الْوَقْتُ سَيْفٌ، فَإِنْ قَطَعْتَهُ وَإِلَّا قَطَعَكَ. وَذَكَرَ الْكَلِمَةَ الْأُخْرَى: وَنَفْسُكَ إِنْ لَمْ تَشْغَلْهَا بِالْحَقِّ وَإِلَّا شَغَلَتْكَ بِالْبَاطِلِ.

“Aku pernah berkawan dengan orang-orang sufi, aku tidaklah mendapatkan pelajaran yang bermanfaat darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.” Dan Beliau menyebutkan yang lainnyaa: Jika dirimu tidak tersibukkan dengan kebaikan, maka pastilah akan tersibukkan dengan perkara yang batil.”

Syaikh Ali Hasan al-Halaby hafizhohullah memberikan penjelasan catatan kaki dalam tahqiqnya terhadap kitab Ad-Da’wad Dawa’ (hal 239, cet. Dar Ibnul Jauzy 1419 H) tentang maksud perkataan Imam As-Syafi’I menyebutkan orang sufi adalah orang sufi yang ada pada zamannya, sedangkan orang sufi pada zaman sekarang tidak ada yang bisa diambil manfaatnya sama sekali.

Saudaraku perhatikanlah pula nasehat emas dari Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ad-Daa’ wa Dawaa’ (Lihat ad-Daa’ wa Dawaa’ tahqiq Syaikh Ali bin Hasan al-Halaby hal. 239),

فَوَقْتُ الْإِنْسَانِ هُوَ عُمُرُهُ فِي الْحَقِيقَةِ، وَهُوَ مَادَّةُ حَيَاتِهِ الْأَبَدِيَّةِ فِي النَّعِيمِ الْمُقِيمِ، وَمَادَّةُ الْمَعِيشَةِ الضَّنْكِ فِي الْعَذَابِ الْأَلِيمِ، وَهُوَ يَمُرُّ أَسْرَعَ مِنَ السَّحَابِ، فَمَا كَانَ مِنْ وَقْتِهِ لِلَّهِ وَبِاللَّهِ فَهُوَ حَيَاتُهُ وَعُمُرُهُ، وَغَيْرُ ذَلِكَ لَيْسَ مَحْسُوبًا مِنْ حَيَاتِهِ، وَإِنْ عَاشَ فِيهِ عَاشَ عَيْشَ الْبَهَائِمِ، فَإِذَا قَطَعَ وَقْتَهُ فِي الْغَفْلَةِ وَالسَّهْوِ وَالْأَمَانِيِّ الْبَاطِلَةِ، وَكَانَ خَيْرَ مَا قَطَعَهُ بِهِ النَّوْمُ وَالْبِطَالَةُ، فَمَوْتُ هَذَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ حَيَاتِهِ.

“Waktu manusia merupakan umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi lagi penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan serta adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berlalunya kumpulan awan. Barangsiapa yang waktunya semata-mata diperuntukkan dalam rangka ketaatan dan beribadah kepada Allah, maka itu adalah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dianggap sebagai kehidupannya, namun hanya dinilai layaknya seperti kehidupan binatang ternak."
“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan hawa nafsu, berangan-angan yang sia-sia (batil), hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kesia-siaan (yang kurang manfaatnya), maka sungguh kematian itu lebih layak bagi dirinya."
 

Tips dan Trik menyiasati waktu :

Banyak sekali tips dan trik dalam menyiasati waktu, namun yang akan dipilih dalam tulisan ini adalah sebagai berikut:

Pertama   Tulislah apa saja yang akan dihafal dari al-Quran/al-Hadits pada hari ini di kertas kecil (seperempat folio) kemudian tempelkan di tempat-tempat atau alat-alat yang dilihat (baca: dipelototi setiap hari), seperti di desktop tempat kerja, di kendaraan, atau dimana saja yang kerap dilihat.

Kedua   Seringlah murajaah dan mempraktekannya. Hal itu sebagaimana nasehat dari Syaikh Sholeh al-Masy-ari hafizhahullah :

خَيْرُ الْوَسِيْلَةِ لِتَفَهُّمِ التَطْبِيْقُ

Sarana yang terbaik untuk mendapatkan kefahaman adalah penerapan.” 

Kalau sedang menghafal quran maka prakteknya adalah ketika sholat sunnah atau quran dilantunkan ketika murajaah (mengulang-ulang) , kalau sedang menghafal hadits maka prakteknya adalah dengan ditulis dikertas dan diajarkan kepada orang yang berada di sekeliling kita (istri, anak-anak, orang tua dan keluarga).

Ketiga   Lakukan sedikit demi sedikit namun rutin. Simaklah hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ

"Dari Aisyah radhiallahu’anha, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam pernah ditanya “Amalan apakah yang paling Allah sukai?” Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam menjawab “Yang terus-menerus walaupun sedikit.” Hadits Shohih   (HR. Muslim no. 782 (216))

Yang terus menerus walaupun sedikit itu lebih baik daripada melakukan yang perkara yang besar namun terputus discontinue. Contoh nyata, seseorang ingin belajar bahasa arab ada program sebulan belajar bahasa arab express – ada embel embelnya jika anda tidak dapat faham bahasa arab uang kembali. Setelah sebulan selesai ia kembali ke “dunia”nya lagi tanpa ada murojaah dan follow up-nya maka ketika ditanya bagaimana hasil pelatihannya…wah bagus sekali…namun sayang sampai saat ini saya juga belum paham bahasa arab.

Keempat   Meminta kepada teman ataupun keluarga terdekat untuk mengingatkan tentang jadwal kegiatan murajaah. Misalnya ketika perjalanan ke tempat jauh, bawalah buku catatan apa yang akan dihafal, ataupun bisa membawa kitab lalu mintalah kepada istri, teman, atau kerabat untuk membacakannya di depan kita.

Kelima   Perbanyaklah doa memohon kepada Allah untuk dimudahkan dalam melakukan ibadah kepada-Nya.

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu serta beribadah dengan baik kepada-Mu.” Hadits Shohih   (HR. Abu Dawud no. 1522, Ahmad no. 22126, An-Nasa-i dalam As-Sunan al-Kubro no. 9857, Shohih Abi Dawud (Al- Um) no. 1362 . ))

اللَّهُمَّ جَنِّبْنِيْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ ، وَ الأَهْوَاءِ ، وَ الأَعْمَالِ ، وَ الأَدْوَاءِ

"Ya Allah, jauhkanlah aku dari berbagai kemunkaran akhlaq, hawa nafsu, amal perbuatan dan segala macam penyakit.” Hadits Shohih   (HR. At-Tirmidzi no. 3591, Hakim I/532 dan disepakati oleh Imam adz-Dzahaby, Ibnu Hibban no. 2422 (Mawarid). Lihat Shahih Mawariduz Zham-aan no. 2055 oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي هَزْلِي وَجِدِّي وَخَطَايَايَ وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي

“Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas kesalahanku, kebodohanku, juga sikap berlebihanku dalam urusanku, dan segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas canda dan keseriusanku, kesalahanku dan kesengajaanku dan semuanya itu ada pada diriku.” Hadits Shohih   (HR. Al-Bukhori no. 6399)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ ، وَ الْكَسَلِ ، وَ الْجُبْنِ ، وَ الْبُخْلِ ، وَ الْهَرَمِ ، وَ عَذَابِ الْقَبْرِ ، اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَ زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَ مَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ ، وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ، وَ مِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memahon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan pada diriku dan sucikanlah ia, karena Engkau-lah sebaik-baik Dzat yang menyuci-kannya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak ber-manfaat, hati yang tidak khusyu’, nafsu yang tidak pernah puas dan do’a yang tidak dikabulkan.” Hadits Shohih   (HR. Muslim 4/2088 no. 2722)

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنكَ

"Ya Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu."  Hadits Shohih   (HR. Ahmad VI/302, Hakim I/525, Tirmidzi no. 3522. Shahih, lihat Shahih at-Tirmidzi III/171 no. 2792.)

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

"Ya Allah, yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami pada ketaatan kepada-Mu."  Hadits Shohih   (HR. Muslim no. 2654 dari Abdullah bin 'Amr al Ash radhiallahu'anhu)

Demikian yang semoga bermanfaat sebagai pengingat dan motivasi bagi penulis dan pembaca sekalian".

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Ar-Rahba Abu Dhabi, dini hari jam 1.45, Jum'at, 30 Jumadil Tsaniyah 1434 H/10 May 2013.


Abu Kayyisa,

Yang mendamba Ampunan dari Rabb Sang Pencipta Jagad Raya.

 

 

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran

Artikel Pembahasan - Pembahasan